“Bersama Ciptakan Sekolah Aman, Nyaman, Ramah, Dan Bebas Bullying”

SMP 3 Jekulo meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying melalui kegiatan Penandatanganan Komitmen Anti-Bullying yang dilaksanakan di lapangan sekolah pada hari jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian seluruh warga sekolah terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik. Bullying, baik dalam bentuk verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital, dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan dan keberlangsungan proses belajar peserta didik.

Melalui penandatanganan komitmen ini, seluruh warga SMP 3 Jekulo menyatakan tekad untuk bersama-sama mencegah dan menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, membangun kepedulian, serta menciptakan hubungan yang positif antar sesama.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan keberanian seluruh warga sekolah dalam mencegah, menolak, dan melaporkan tindakan bullying. Setiap peserta didik diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dengan membangun budaya pertemanan yang sehat, saling mendukung, dan penuh empati.

Dengan adanya komitmen bersama ini, SMP 3 Jekulo terus berupaya mewujudkan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya karakter peserta didik yang berakhlak, peduli, menghargai sesama, dan bertanggung jawab.

Penandatanganan Komitmen Anti-Bullying bukan sekadar simbol, tetapi merupakan janji bersama untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying.

STOP BULLYING!

BERANI PEDULI, BERANI MELINDUNGI, BERSAMA CIPTAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK.

SMP 3 JEKULO

Semangat Pramuka, Mengabdi Tanpa Batas untuk Generasi dan Negeri

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65, Kwartir Cabang menyelenggarakan kegiatan upacara peringatan Hari Pramuka dengan penuh khidmat dan semangat kepramukaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara peringatan Hari Pramuka diikuti oleh jajaran Kwartir Cabang, para pembina Pramuka, anggota Pramuka dari berbagai gugus depan, serta unsur pendidikan dan masyarakat. Peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan dan perjalanan panjang Gerakan Pramuka di Indonesia.

Suasana penuh semangat terlihat sejak awal pelaksanaan upacara. Dengan mengenakan seragam Pramuka, para peserta menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, dan rasa bangga sebagai bagian dari Gerakan Pramuka. Pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Tri Satya, Dasa Darma Pramuka, serta amanat pembina upacara menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

Peringatan Hari Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap kontribusi Gerakan Pramuka dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Melalui kegiatan kepramukaan, generasi muda dilatih untuk mampu bekerja sama, menyelesaikan masalah, mencintai lingkungan, memiliki kepedulian sosial, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Momentum Hari Pramuka ke-65 juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Kwartir Cabang, satuan pendidikan, pembina, gugus depan, orang tua, dan masyarakat dalam membina generasi muda. Dengan kolaborasi yang kuat, Gerakan Pramuka dapat terus berkembang menjadi wadah pendidikan karakter yang menyenangkan, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.

Melalui peringatan ini, Kwartir Cabang Kudus mengajak seluruh anggota Pramuka untuk terus menjaga semangat persaudaraan, meningkatkan pengabdian, serta menanamkan nilai-nilai kepramukaan dalam setiap langkah kehidupan.

Selamat Hari Pramuka ke-65.

Jayalah Pramuka Indonesia!

Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Mewujudkan Sekolah yang Bersih, Sehat, Hijau, dan Berkelanjutan

SMP 3 Jekulo Berkomitmen Membangun Budaya Peduli Lingkungan

Lingkungan sekolah merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang nyaman, sehat, dan menyenangkan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat untuk membentuk karakter dan kebiasaan positif peserta didik. Salah satu karakter yang perlu ditanamkan sejak dini adalah kepedulian terhadap lingkungan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, SMP 3 Jekulo mengembangkan inovasi SIDARLING “Sekolah Inovasi Sadar Lingkungan” sebagai sebuah gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Program Sekolah Sadar Lingkungan tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong seluruh warga sekolah untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh warga sekolah dilibatkan sebagai bagian dari gerakan tersebut.

Mengubah Kebiasaan Menjadi Budaya

Permasalahan lingkungan sering kali berawal dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah sembarangan, tidak memilah sampah, menggunakan air secara berlebihan, atau membiarkan peralatan listrik menyala ketika tidak digunakan.

Melalui Sekolah Sadar Lingkungan, kebiasaan tersebut secara bertahap diarahkan menjadi perilaku yang lebih bertanggung jawab. Peserta didik diajak untuk memilah sampah, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, menghemat air dan energi, serta memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Dengan demikian, pendidikan lingkungan tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Berbagai Gerakan Peduli Lingkungan

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah Gerakan Pilah Sampah, terutama pemilahan botol plastik. Peserta didik dibiasakan untuk mengenali dan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dikelola melalui kegiatan bank sampah yang kemudian akan dijual kepada pengepul. Selain pengelolaan sampah, sekolah juga mengembangkan Gerakan Sekolah Hijau melalui kegiatan penghijauan dan perawatan taman sekolah dengan budidaya tanaman sayur yang mudah ditanam dan dirawat. Setiap kelas dapat diberikan tanggung jawab untuk menjaga tanaman dan kebersihan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan tersebut sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

Program Hemat Air dan Hemat Energi juga menjadi bagian dari inovasi. Peserta didik dibiasakan memastikan keran air tertutup setelah digunakan serta mematikan lampu, kipas, dan peralatan listrik ketika tidak diperlukan.

Peserta Didik sebagai Agen Perubahan

Keberhasilan program Sekolah Sadar Lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan peserta didik. Oleh karena itu, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program, tetapi juga sebagai agen perubahan.

Melalui pembentukan Duta Lingkungan Siswa, peserta didik diberikan kesempatan untuk menjadi teladan sekaligus mengajak teman-temannya menerapkan perilaku peduli lingkungan. Mereka dapat terlibat dalam kegiatan kampanye lingkungan, pemantauan kebersihan, penghijauan, pengelolaan sampah, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Pendekatan ini membuat siswa belajar bahwa menjaga lingkungan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah.

Kolaborasi untuk Lingkungan yang Berkelanjutan

Sekolah Sadar Lingkungan dikembangkan dengan prinsip kolaborasi, partisipasi, edukasi, dan keberlanjutan. Guru mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan dalam pembelajaran, sementara peserta didik menerapkannya melalui aktivitas nyata.

Orang tua dan masyarakat juga dapat dilibatkan dalam mendukung berbagai kegiatan lingkungan. Dengan adanya kolaborasi tersebut, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat diterapkan pula di rumah dan lingkungan masyarakat.

Membangun Generasi yang Peduli Lingkungan

Inovasi Sekolah Sadar Lingkungan diharapkan mampu menciptakan perubahan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga perubahan perilaku dan karakter peserta didik.

Sekolah yang bersih, hijau, dan sehat akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Lebih dari itu, kebiasaan menjaga lingkungan akan membentuk generasi yang memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, gotong royong, dan kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan.

SMP 3 Jekulo percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana.

Mulai dari satu siswa, satu kebiasaan baik, satu kelas, dan satu gerakan bersama, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik.

“Bersama Ciptakan Sekolah Aman, Nyaman, Ramah, Dan Bebas Bullying”

SMP 3 Jekulo meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying melalui kegiatan Penandatanganan Komitmen Anti-Bullying yang dilaksanakan di lapangan sekolah pada hari jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian seluruh warga sekolah terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta memberikan rasa aman bagi setiap peserta didik. Bullying, baik dalam bentuk verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital, dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan dan keberlangsungan proses belajar peserta didik.

Melalui penandatanganan komitmen ini, seluruh warga SMP 3 Jekulo menyatakan tekad untuk bersama-sama mencegah dan menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, membangun kepedulian, serta menciptakan hubungan yang positif antar sesama.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan keberanian seluruh warga sekolah dalam mencegah, menolak, dan melaporkan tindakan bullying. Setiap peserta didik diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dengan membangun budaya pertemanan yang sehat, saling mendukung, dan penuh empati.

Dengan adanya komitmen bersama ini, SMP 3 Jekulo terus berupaya mewujudkan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya karakter peserta didik yang berakhlak, peduli, menghargai sesama, dan bertanggung jawab.

Penandatanganan Komitmen Anti-Bullying bukan sekadar simbol, tetapi merupakan janji bersama untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying.

STOP BULLYING!

BERANI PEDULI, BERANI MELINDUNGI, BERSAMA CIPTAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK.

SMP 3 JEKULO